RSS

Arsip Bulanan: September 2011

SCADA (Supervisory, Control, and Data Aqcuisition) pada PLN

Kali ini saya akan sedikit membahas tentang teknologi pengawasan, pengontrolan dan akuisisi data jarak jauh dan real time yaitu SCADA yang saat ini telah secara luas digunakan pada banyak industri seperti pertambangan, perkeretaapian, pabrik-pabrik dan kelistrikan termasuk distribusi listrik PLN. Sebelumnya kita mungkin telah mengenal tentang PLC (Programmable Logic Controller), DCS (Disributed Control System) mapun FCS. Namun dalam tulisan ini saya tidak akan menerangkan tentang itu semua, hanya saja penerapannya sedikit serupa dengan beberapa fitur yang berbeda.

SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data Aqcuisition, merupakan teknologi yang menggabungkan fungsi pengawasan, pengendalian dan pemerolehan/pengambilan data jarak jauh (remote area) yang terpusat pada suatu tempat yang disebut Control Center. Pada Control Center terdapat sebuah atau beberapa Human Machine Interface (HMI) atau Man Machine Interface (MMI) berupa monitor maupun layar besar yang terdapat digram-diagram jaringan yang memperlihatkan kondisi proses di lapangan ataupun keadaan peralatan nun jauh di sana yang terintegrasi sistem SCADA. Seperti pengertian di atas, seorang dispatcher secara jarak jauh mampu melakukan perintah (Remote Control/Manuver) terhadap peralatan yang diawasi maupun mengambil data yang diperlukan dari peralatan tersebut. Seperti contohnya dalam jaringan listrik tegangan tinggi, dispatcher jika diperlukan dapat melakukan manuver menutup/membuka PMT (CB) pada suatu switchyard atau juga mengambil data besaran Voltage, Ampere maupun beban listrik di suatu jaringan secara real time.

Apakah komponen-komponen dalam SCADA yang dapat memungkinkan hal-hal tersebut di atas dapat dilakukan? Yang pertama adalah RTU atau Remote Terminal Unit. RTU merupakan sebuah alat yang diletakkan di site (remote area) yang ingin diintegrasikan dengan sistem SCADA, misalnya Switchyard, Gardu Listrik ataupun Relay Room. Di dalam RTU terdapat seperangkat CPU yang telah terprogram sehingga mampu meneruskan perintah dari Control Center ke peralatan maupun mengirimkan sinyal-sinyal alarm dan besaran-besaran (V, I, freq) dari peralatan ke Control Center. Didalam CPU tersebut terdapat perangkat seperti modem, memory (ROM) dan processor.

Yang kedua adalah media telekomunikasi, sebagai media untuk menyampaikan pesan/sinyal antara RTU dengan Control Center dan sebaliknya. Media komunikasi bisa berupa media kabel, power line carrier, serat optik maupun frekuensi radio.

Yang ketiga adalah protokol, komunikasi antara Control Center dengan RTU di remote area memanfaatkan sebuah protokol, contohnya HNZ, Indactic 33, maupun IEC 60870.

Dan yang terakhir adalah Control Center seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di atas. Di control center dispatcher mampu melakukan semua fungsi SCADA memanfaatkan perangkat-perangkat IT seperti mimic display (HMI), komputer dan server.

Jadi dari penjelasan singkat di atas, terjadi proses sistematis berupa pengawasan, pengendalian dan pengambilan data dari Control Center terhadap peralatan di lapangan yang terpasang Remote Terminal Unit melalui media telekomunikasi yang semuanya dijalankan secara automatis oleh program yang diatur dan diawasi oleh dispatcher.

 
Leave a comment

Posted by pada September 20, 2011 in Belajar

 

Kaitkata: ,

Telekomunikasi dalam SCADA

Telekomunikasi berasal dari kata tele dan communication, tele berarti jarak jauh, communication berarti komunikasi atau interaksi. Telekomunikasi adalah usaha manusia untuk melakukan komunikasi atau penyampaian pesan dua arah dalam jarak yang jauh. Pemanfaatan telekomunikasi telah sejak lama digunakan, dimulai dari morse sampai telepon seluler.

Lalu bagaimana manfaatnya dalam sistem SCADA (Supervisory, Control and Data Acquisition)? Seperti yang telah kita ketahui, sistem SCADA memungkinkan suatu proses atau suatu peralatan diawasi dan dikendalikan secara remote control dari suatu control center (pusat kontrol). Untuk menopang fungsi tersebut, dibutuhkan media penghantaran sinyal atau informasi dua arah antara site (peralatan) dengan pusat kontrol, media tersebut adalah peralatan telekomunikasi berupa kabel, maupun nirkabel.

Penggunaan media komunikasi dalam SCADA dibutuhkan dalam hal telecontrolling (remote control), telesignaling (alarm dan indikator), dan telemeasuring (V, A, Hz). Ketika sebuah media telekomunikasi mengalami gangguan, maka fungsi SCADA pada suatu sistem akan “mati”. Sebenarnya, dalam hampir semua hal, telekomunikasi itu penting, untuk koordinasi antar personil, penyampaian pesan, instruksi dalam kepolisian, dsb, semua butuh media komunikasi agar pekerjaan mereka lebih efektif.

Sehingga begitu juga dengan SCADA, maka hal pertama yang diperiksa ketika terjadi gangguan atau malfungsi, maka yang pertama dilakukan penyelidikan adalah di sisi media telekomunikasi. Barulah setelah sudah dipastikan apakah ada gangguan di media telekomunikasi atau tidak, bagian lain, seperti RTU diperiksa.

Lalu apa saja kah contoh dari aplikasi media telekomunikasi yang umum digunakan dalam SCADA
1. Kabel Pilot
2. Kabel Optik
3. Radio, GPRS, dsb

Penggunaan jenis-jenis media komunikasi bergantung pada beberapa hal, seperti jenis medan yang memisahkan pusat kontrol dengan site, tipikal peralatan yang di kontrol, sampai faktor efisiensi biaya pemeliharaan.

 
Leave a comment

Posted by pada September 20, 2011 in Belajar

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.