PEMILIHAN JENIS MEDIA KOMUNIKASI PADA SISTEM SCADA PLN DISTRIBUSI

Bismilahirrohmanirrohim,

Ini bukanlah artikel ilmiah apalagi karya tulis hasil penelitian. Hanya saja saya sedang terpikirkan tentang bagaimana cara memperbaiki kualitas sistem SCADA di tempat saya mengabdi (lhoh kok “sedang”? bukannya memang harus selalu ya? Hehe).

Seperti yang kita ketahui, ada 2 macam media transmisi data yang dipakai, kabel dan nirkabel. Dengan semakin meluasnya pengembangan SCADA untuk penyaluran listrik, tentu pemilihan jenis media transmisi data juga penting. Dari banyak jenis dan produk media seperti kabel optik, kabel tembaga (pilot cable), radio RF, seluler hingga satelit, saya cenderung memilih kabel optik dan radio sebagai jenis yang harus ditumbuhkembangkan, setidaknya untuk 5-10 tahun ke depan. Yah, tentu saja semua ada pertimbangan plus minusnya. Termasuk pertimbangan dari engineer kelas teri seperti saya ini.

Kabel optik punya keunggulan dalam hal kapasitas dan kecepatan data, dengan memanfaatkan prinsip pantulan sempurna dan kecepatan cahaya. Data digital dari device pengirim dikonversi menjadi gelombang radiasi cahaya yang merambat dalam kabel yang terbentuk sedemikian rupa dari serbuk kaca. Menghasilkan pantulan sempurna dalam kabel tersebut dalam kecepatan cahaya kemudian sampai di tujuan data diubah lagi ke dalam bentuk digital, dan siap untuk dibaca dan diproses oleh device penerima. Permasalahannya, device-device yang terkait seperti konverter di dua sisi (penerima dan pengirim), kabelnya, maupun perangkat pendukung lain (switch, hub, router, SDH dan PDH) membutuhkan investasi yang nilainya tidak sedikit, pemeliharaan yang harus tertata rapi dari ujung pengirim sampai ujung penerima, serta pembangunan infrastruktur yang cukup memakan waktu. Namun semua itu terbayar dengan kualitas transmisi data yang didapat.

Sementara Radio Data, punya keunggulan dalam hal minimnya waktu pembangunan infrastruktur, mudah dalam memelihara dikarenakan hanya dua titik yang harus diperhatikan (sisi penerima, dan sisi pengirim), dapat diletakkan di area-area yang sulit dijangkau bila ingin memanfaatkan jaringan kabel, serta menggunakan device yang cenderung praktis. Hanya saja dikarenakan propagasi gelombang radio memanfaatkan frekuensi, dan frekuensi gelombang bukanlah benda yang “gratis”. Ada aturan yang dibuat oleh Disjen Postel (Depkominfo) yang mesti dituruti karena sifat gelombang yang bisa saling berinterferensi pada rentang frekuensi yang sama.

Mengapa saya tidak memilih seluler maupun satelit? Saya mengakui jika pembangunan infrastruktur media memanfaatkan jaringan seluler amat sangat praktis, terutama pada gangguan media yang sulit, area yang sangat tidak mendukung untuk membangun jaringan kabel, namun harus cepat diselesaikan. Menggunakan jaringan 2G, 2.5G, 3G, 3.5G hingga 4G ditambah tarif data dari provider yang semakin bersahabat, device yang praktis dan murah, menjanjikan kemudahan dalam pemanfaatannya. Namun di sini (Indonesia) harus kita akui, keandalan jaringan seluler tidak cukup baik, tidak semua tempat atau titik yang mendapatkan jangkauan koneksi data yang baik, dan juga dalam hal kestabilan koneksi. Mungkin jika dimanfaatkan untuk perbaikan sementara, bisa menjadi solusi yang baik. Untuk pemanfaatan secara jangka panjang, sepertinya belum memadai. Namun saya akui, dengan semakin tingginya tuntutan pengembangan sistem SCADA diiringi dengan keterbatasan dana (efisiensi), penggunaan media seluler menjadi pilihan yang masuk akal.

Lalu bagaimana dengan satelit? Jujur belum banyak literatur yang saya baca, sehingga pemahaman saya tentang pengembangan teknologi perangkat yang menggunakan satelit tidak cukup memadai. Namun dari beberapa sharing dengan vendor dan rekan yang mendalami telekomunikasi satelit (termasuk pembimbing skripsi saya), jika menggunakan satelit akan membutuhkan investasi perangkat yang nilainya sangat tinggi. Pun demikian, masih kurang mendukung dikarenakan kecepatan transmisi yang kurang sesuai dengan kebutuhan kecepatan komunikasi data real time scada. Mohon dikoreksi jika saya salah.

Demikian sedikit artikel dari engineer kelas teri seperti saya ini. Salam.

(Apul)

Iklan

3 pemikiran pada “PEMILIHAN JENIS MEDIA KOMUNIKASI PADA SISTEM SCADA PLN DISTRIBUSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s