Naik Commuter Line

Dear All,

Kali ini saya mau share sedikit buat yang lagi browsinf bagaimana caranya membeli dan menggunakan tiket kereta commuter line jabodetabek. Memang sih di stasiun-stasiun sudah ada poster/baliho petunjuk pembelian dan penggunaannya. Nih artikel sih buat yang penasaran atau pengen bener-bener tahu dulu sebelum berangkat ke stasiun.

Oke kita mulai. Soal tarif, ingetin gini aja, 5 stasiun pertama setelah stasiun asal kita berangkat tarifnya Rp. 2.000,-, nah jika turun di stasiun yang jaraknya lebih dari 5 stasiun dari stasiun asal kita berangkat, tiap 3 stasiun tambah Rp. 500,-.

Nah sistem belinya, kita beli tiket bernama Tiket Harian Berjaminan (THB) di stasiun asal, jumlah rupiah yang kita bayar adalah “Harga Tiket sesuai jarak stasiun” + “jaminan Rp. 5000,-“. Nah nanti jaminan Rp. 5000,- tersebut dikembalikan ke kita saat kita balikin tiket THB tersebut di stasiun tujuan kita pas sampe. Jadi kalo tujuan kita berjarak 4 stasiun ya bayarnya Rp. 7000,- (2000 + 5000), kalau 10 stasiun berarti Rp. 8000,- ((2000+500+500)+5000).
Oke, begini contohnya:

1. Pertama, datangi ke loket yang bertuliskan Tiket Harian Berjaminan (THB). Bayar sesuai ketentuan pembelian tiket. Nanti kita dapat sebuah kartu tiket mirip kartu ATM.

2. Lanjut, masuk ke stasiun lewat gate in, nanti di sana dipersilahkan menempelkan kartu ke bidang “card reader” yang disediakan. Kita tempelkan kartu THB tadi sampai lampu hijau menyala, lalu kita bisa masuk.
NB: bawa kartunya, simpan jangan sampai tertinggal/jatuh/hilang soalnya nanti kena denda.

3. Silahkan menikmati nunggu keretanya, syukur-syukur dateng pas jadwal. 😉

4. Setelah sampai ke stasiun tujuan, keluar stasiun lewat gate out. Tempelkan lagi kartunya di “card reader” di gate out tsb sampai lampu hijau nyala, baru bisa lewat.

5. Ke loket lagi, untuk mengembalikan kartu THB tadi sekaligus mengambil Rp. 5000,- tadi.

Lalu, kalau ternyata kita bakal naik kereta commuter line lagi. Kartu tersebut kita bisa simpan dulu, lalu nanti pas kita mau naik kereta lagi, tinggal “isi ulang” lagi sesuai tarif jarak, TANPA kasih Rp. 5000,- lagi. Tapi, kartu cuma bisa di simpan maksimal 7 hari, kalau lebih, berarti sudah kadaluarsa. Rp. 5000,- kita pun lenyap.

Yah demikian caranya. Apapun transportasinya, tetap hati-hati, waspada, dan berdoa sebelum berangkat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s