In Pacitan,, I live now

isshhh,, udah lama gak nulis di blog gw sendiri,, abis bingung juga mau tulis apa. 🙂 well, gw akan coba nulis lagi walau gak ada sesusatu yang khusus gw mau tulis.. (apa siyh). anyway, sejak mei 2010 gw resmi manjadi calon pegawai PLN, hasil dari seleksi penerimaan di kampus. Pada awalnya sempat gak yakin apa mau di ambil atau gak, karena pada dasarnya gw pengen banget berkarir di dunia telekomunikasi sebagaimana jurusan gw d kuliah. dan setelah mikir nyari kerja itu susah, ngobrol sama keluarga, sodara, temen2 dan yayank, sm istikhoroh 3x akhirnya gw manteb ngikut prajabatan di sini..

awalnya, gw dan temen2 seangkatan penerimaan di bekali dengan kegiatan kesamaptaan di pusdikpasus Kopassus Batujajar 2 minggu, then pengenelan perusahaan di Pusdiklat PLN di Ragunan, trus Diklat 2 minggu di semarang. 1 bulan lebih dikit gw ikut pembekalan prajabatan BUMN ini. Stelah itu kembali ke rumah beristirahat sejenak dan mempersiapkan perbekalan untuk mengikuti OJT di PLTU Pacitan Jatim, (huff,, gw ditempatin di PLTU Pacitan),,

Gw sadar ada konsekuensiny waktu mutusin masuk di perusahaan ini, bersedia ditempatkan dimana saja di seluruh indonesia… tp gw gak nyangka bakal di tempatin didaerah yang agak susah untuk diakses disini. Hmm, satu hal yang gw syukuri adalah dukungan dari keluarga dan orang2 terdekat gw lain yang selalu ada. Ditambah karena masih di tempatkan di pulau jawa jadinya masih bs menghibur diri lah, hehe..

Awal gw ngejalanin di sini semuanya terlihat berat,, jauh dari rumah, daerah di sini yang secara topografi susah, gak ada sinyal indosat means gw musti ganti nomor,, DLL, belom lagi pekerjaan di sini yang begitu asing buat gw,, karena gw nyaris gak begitu ngarti hal2 berkaitan dengan ketenaga listrikan selain dasar2 yang pernah gw pelajarin di kuliah dulu,, itu pun sebagian besar banyak yg gw lupa.. hhee.. tapi semangat untuk belajar dan membangun karir yang kuat bikin gw sedikit demi sedikit bisa survive dengan keadaan disni…

Akhir-akhir ini tanggung jawab gw semakin berat, kalo gak dibarengin sama kemauan belajar yang tinggi, gw akan ketinggalan jauh,, tengok aja gw musti buat Telaah Staff sbg bentuk tugas akhir pendidikan gw sebagai siswa On Job Training slama 3 bulan di sini.. setelah itu persiapan PLTU pacitan yang akan ada backfeeding (*back energizing dr GI untuk pembangkit yg baru dibangun) yang harus dipersiapkan dengan sempurna, dimana semua elemen termasuk gw punya tugas masing2.. bikin gw harus terus belajar dan belajar supaya bisa ngerjain tanggung jawab gw,, well, seems hard, but kalo di jalanin dengan ikhlas dan sebagai ibadah Insya Allah ringan.. 🙂

Anyway,, segitu aja dulu lah,, udah ga tau mo nulis apa..

See yaa 🙂

Yang Masih Tertunda

Amanah-amanah yang belum terlaksana dan terpenuhi,
Tanggung jawab yang terpaksa tersisihkan,
Orang-orang yang harus menunggu,
Rekan-rekan yang tergores kepercayaan dan kesabarannya,
Kekasih yang terluka,

Maaf…

Dan, terima kasih untuk pengertian dan dukungan semua..
Saat jarak mempersulit.

Fatwa Haram Facebook

Beredar kabar yang kurang mengenakkanbagi para penggemar situs jejaring sosial, bahwa MUI sedang mempertimbangkan fatwa haram Facebook. Hal tersebut terkait dengan kasus yang terjadi di salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur, dimana santriwan dan santriwati disana memanfaatkan fasilitas digital learning mereka untuk mengakses situs Facebook, dan memanfaatkannya untuk “bercengkrama” diantara santriwan dan santriwati.

Tindakan “mojok” di Facebook ini pun akhirnya diketahui oleh pembina pesantren tersebut, sehingga akhirnya para pimpinan pesantren melarang dan mengharamkan santri-santrinya untuk mengakses facebook di pesantren tersebut. Tidak lama berselang, tindak lanjut dari peristiwa tersebut munculnya berita/rumor bahwa para Ulama se-Jawa Madura mengharamkan penggunaan Facebook berlebihan, demikian yang diberitakan situs detikinet.com .

Pada dasarnya kemajuan teknologi apapun itu, elektronika, IT, dsb, hanya merupakan media atau alat (tools) yang pemanfaatannya diserahkan 100% kepada pengguna. Manfaat atau mudharatnya suatu benda bergantung dan kembali kepada si penggunanya.

Kalau Facebook, Friendster, Youtube, dsb diharamkan, mengapa tidak sekalian saja teknologi telekomunikasi lain diharamkan seperti video call, mms, sms, bahkan email yang juga berpotensi digunakan untuk perzinahan.

Dosen bidang Teknologi Web dan Multimedia saya pernah mengatakan bahwa hal-hal di atas mungkin bisa terjadi karena bangsa kita mungkin sampai saat ini baru mencapai tahap pengguna tok, belum banyak yang menggunakan kemajuan teknologi dengan bijak sebagai media untuk meningkatkan kualitas ilmu, iman, dan takwa.

Regards.

Cinta Jarak Jauh, Kenapa Nggak

Long Distant Relationship
Long Distant Relationship

Bagi sebagian orang, menjalani hubungan (pacaran) jarak jauh amatlah sulit, baik dari segi komunikasi maupun dari segi kepercayaan. Tapi bagaimana bila seseorang yang kita sayang atau kekasih kita terpaksa harus berpisah dari kita, karena kuliah atau bekerja di luar kota, bahkan di luar negeri? Pilihannya hanya dua; pertama dengan baik-baik mengakhiri komitmen agar masing-masing pihak tidak saling membebani dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan kedua adalah tetap melanjutkan komitmen dengan menerima konsekuensi-konsekuensi dari hubungan jarak jauh.

BIasanya setiap hubungan jarak jauh sangat berpotensi diganggu perselisihan maupun kesalahpahaman, hal ini lebih karena kodrat manusia yang saling membutuhkan satu sama lain, kangen, curiga, takut diselingkuhin, khawatir berlebihan, dsb bisa jadi bumbu sehari-hari dalam hubungan jarak jauh. Namun selama mampu menjaga konsistensi masing2 pihak, dan komunikasi, hal tersbut akan dapat di atasi betapa pun besarnya.

Berikut beberapa tips, dalam menjaga hubungan jarak jauh:

1. Komunikasi

    Komunikasi sangat amatlah penting, gimana mau ada hubungan kalo ga ada interaksi walaupun sedikit?? Sebisa mungkin harus di sepakati dari awal setiap pasangan. Misalkan, sepakat untuk setiap hari SMS, atau beberapa kali sehari telp, chatting, kirim email, atau beberapa bulan sekali saling mengunjungi, dsb sesuai dengan kesepakatan masing-masing. Dengan begini, bakal tetep jaga kepercayaan dan juga menghindari kecurigaan dan kekhawatiran dr salah satu pihak.

2. Percaya

    Untuk langgeng dalam hubungan saling kepercayaan itu dibutuhkan. Kepercayaan bisa saling tumbuh jika satu sama lain sudah kenal karakter masing-masing serta sadar masing-masing akan hak dan kewajibannya sebagai pasangan, Insya Allah rasa percaya akan tumbuh dan semakin kuat. Dengan banyak bercerita kegiatan atau masalah masing-masing ketika berkomunikasi, juga dapat memperkuat kepercayaan.

3.Saling Mendukung dan Menghargai

    Bagaimanapun juga, kehadiran pasangan secara langsung maupun tidak langsung sangat berpengaruh, iya toh, buat apa punya pasangan kalau tidak bisa memberikan kita support sedikitpun. Walaupun hanya sekedar lewat email atau sms, dukungan sekecil apapun akan sangat berpengaruh positif, sehingga hubunganpun akan semakin kuat walaupun jarak jauh. Di samping itu, masing-masing juga harus tetap menghargai satu sama lain, misalnya tidak terlalu curiga atau menginterogasi/menekan pasangan kalau sedang susah di hubungi atau sedang ada masalah, tunjukan kalau kita menghargai apapun yang di lakukan dia, dan percaya dia tidak akan menyalahgunakan kepercayaan, demikian juga sebaliknya. Hal ini juga sangat berkaitan dengan kepercayaaan juga.

4. Selesaikan masalah dengan segera

    Sulitnya atau jarangnya komunikasi kita dengan dia, jangan sampai ditambah dengan membiarkan masalah berlarut-larut. Karna itu, setiap ada kesempatan berkomunikasi, usahakan masalah yang sedang muncul saat itu juga harus di selesaikan, minimal ada kesepakatan di antara dua pihak untuk menyelesaikan di lain kesempatan. Jangan biarkan masalah tak terselesaikn, karna akan sangat membebani dan mengganggu aktivitas sehari-hari masing-masing.

5. Jalani rutinitas sehari-hari

    Terkadang/seringkali rasa kangen atau khawatir dengan pasangan muncul. Setiap detik pasti ada saja lamunan kita, sedang apa dia, kangen juga gak yah, atau jangan-jangan dia kenapa2, dsb. Untuk itu, kita juga harus tetap fokus dengan tugas atau aktivitas kita sendiri, jangan terlalu banyak memberikan fikiran kita, tempatkan dengan sesuai, dan bukan berarti kita melupakannya. Menyayangi seseorang bukan berarti kita selalu memikirkannya tanpa memperdulikan aktivitas kita yang lain. Jadi harus tetap produktif.

Semoga bermanfaat.. 🙂

Theory of Garbage Truck :)

Buat yang sering dapet (baca marah2) dan yang sering kena semprot…hueheheh

Seberapa sering Anda membiarkan orang lain mengubah mood Anda? Apakah Anda membiarkan supir bemo yang sembrono, pelayan yang kasar, bos yang emosi, atau rekan kantor yang tidak berperasaan menghancurkan hatimu? Terkecuali kalau Anda adalah robot; mungkin tanpa sadar seringkali Anda membalas memaki/memarahi mereka.
Namun, CIRI KHAS dari orang yang sukses adalah seberapa cepat dia dapat kembali dia berfokus pada apa yang penting.
Enam belas tahun yang lalu saya mempelajari pelajaran ini. Saya belajar di bagian belakang dari Taxi New York . Ini  yang terjadi. Saya meloncat masuk ke dalam taksi, dan kami berangkat dari Grand Central Station. Kami mengemudi di jalur yang tepat, NAMUN TIBA-TIBA, sebuah mobil hitam melompat keluar dari ruang parkir tepat di depan kita.   Supir taxi-ku langsung menghentak rem untuk berhenti mendadak, agak tergelincir sedikit dan hampir saja menabrak/ditabrak mobil lain (tinggal beberapa inchi saja). Ukhh…!!! Supir mobil hitam itu (orang tadi yang hampir
menyebabkan kecelakaan besar) mengeluarkan kepalanya dari mobil dan mulai berteriak kata-kata kasar pada kita. Supir taxi-ku hanya tersenyum dan melambaikan tangan (dengan per-lahan2) kepada orang tadi. Saya kira,  supirku ini orang yang ramah. Jadi, saya berkata, “Mengapa Anda  lakukan itu? Orang tadi hampir merusak mobilmu dan kita hampir celaka dan  masuk Rumah Sakit gara-gara dia!” Dan inilah yang dikatakan supir taxi-ku (yang kemudian   ku-sebut sebagai “The Law of Garbage Tuck”/  Hukum Truk Sampah)

Banyak orang-orang seperti truk sampah. Mereka berjalan dengan penuh sampah, penuh dengan frustasi, penuh amarah, dan penuh dengan kekecewaan. Dan ketika sampah-sampah mereka mulai menumpuk, mereka perlu tempat untuk membuangnya. Dan jika Anda membiarkan, mereka akan membanjirkan sampah-sampah tsb pada Anda. Bila  seseorang ingin membuang sampah pada Anda, jangan diambil hati (jangan disimpan dalam hati). Anda hanya perlu tersenyum, melambai, dan berharap mereka cepat pulih (membaik), dan Anda tetap melanjutkan pekerjaan Anda. Hati Anda akan senang setelah melakukannya. Jadi setelah tahu hal ini: “The Law of Garbage Truck” (“Hukum Truk   Sampah”), saya mulai berpikir, seberapa sering saya biarkan “Truk Sampah” mempengaruhi suasana hati saya? Dan  seberapa sering saya ambil  “sampah” yang dilemparkan orang lain dan menularkannya kepada orang lain di tempat kerja/rumah/ jalanan? Saya pun  berjanji, “Saya tidak akan melakukannya lagi.”

Seperti di film “The Sixth Sense,”, anak  kecil  tsb berkata, “Saya lihat orang mati.” Nah, sekarang “Saya  melihat truk sampah.” Saya melihat mereka sedang membawa beban. Saya melihat mereka datang untuk menumpahkannya. Dan seperti supir taxi tadi, saya  tidak akan memasukkan sampah itu ke dalam hati (I don’t make it a personal thing), saya hanya akan tersenyum, melambai, berharap mereka bisa cepat pulih (membaik), dan saya tetap melanjutkan pekerjaanku. Salah satu pemain football favoritku (Walter Payton) melakukan ini setiap hari di lapangan sepak bola. Dia akan melompat ke atas secepat dia pergi ke tanah (jatuh) setelah digasak/disikut (di-tackle). Ia tidak pernah tetap diam di tanah untuk ditimpa oleh yang lain-lainnya. Payton telah siap untuk melakukan yang terbaik utk aksi  berikutnya.

Pemimpin yang bagus tahu mereka harus siap untuk pertemuan berikutnya. Semua orang tua tahu bahwa mereka harus  menyambut anak-anak (yang bakal pulang sekolah) dengan pelukan dan ciuman. Pemimpin dan orang tua mengetahui bahwa mereka harus benar-benar hadir, dan pada saat yang terbaik untuk orang-orang yang mereka pedulikan.
Orang yang berhasil tidak pernah membiarkan  “Truk Sampah” mengambil alih mood mereka. Bagaimana dengan Anda? apa yang akan terjadi dalam hidup Anda, mulai hari ini, jika anda membiarkan lebih banyak “Truk Sampah” melewati Anda?

Ini tebakanku: Anda akan bahagia. Hidup terlalu singkat jika saat bangun di pagi hari kita isi dengan penuh penyesalan, jadi  .. Cintai orang-orang yang memperlakukan Anda dengan baik. Dan lupakan hal-hal tentang orang-orang yang tidak berperilaku baik pada Anda.

nn

Di antara Eva Mendez dan Shahnaz Haque

Seorang teman berjalan di sebuah titian pilihan hidup
Jalan yang telah ia pilih kala sang surya menampakkan kuasanya
Seiring rotasi bumi yang menjalankan hari
Hingga sang surya di ambang peristirahatan

Jalan itu kian tak terlihat berujung
Yang ada hanyalah barisan terjal dan lubang
Hingga sabar pun terkikis

Hingga datangnya sebuah persimpangan
Secercah cahaya muncul
Seperti memberi terang yang mulai ditinggal sang surya
Seperti memberi nafas baru

Namun, ia tak mudah meninggalkan jalan yang telah ia pilih
di persimpangan,, ia tenggelam dalam bimbang
dalam ketidakmengertian akan cinta

Teman, entah sampai kapan
Sampai kapan bimbang menenggelamkannya

Teman, manakah yang akan kau tuju..?