Sadness and Happines in Olimpiade UI

Final kelas Fly putra cb. Taekwondo telah menanti.. begitu juga dengan lawan yang sudah memastikan satu tempat lagi di partai final. Seemed to be a great night for me.. but fight is a fight..
Ronde pertama diawali dengan agresifitas yang dibungkus confidence yang rada over… but apa mau dikata, 2 tendangan yeopchagi telak bersarang di dagu gw.. ronde pertama dia 4, gw 2
Ronde kedua, agresifitas menurun, confidence mulai hilang, 2 lagi yeop chagi mendarat telak di dagu gw.. gw 5 dia 8.. hoo
Ronde ketiga, i changed my strategy,, but skor sulit untuk dikejar.. 6-9 gw kalah dalam 3 ronde..

.. 2 tahun kemudian

semifinal cb. Taekwondo Olimpiade UI 2008 menempatkan gw sebagai salah satu semifinalis.. dan,, oh God, gw dipertemukan lagi dengan dia,, but fight is still the fight,, i really appreciated this match..
Ronde pertama, quite confidence, counter dan speed gw udah jauh terasah, sebaliknya dia udah tidak memakai gayanya yang dulu, but still, had much stronger kick than me,, i really watched this side.. ronde pertama 6-3 buat gw..
ronde ke dua, masih counter+speed vs power+strengthness,, gw kewalahan,, stamina mengkhawatirkan, but obsesi “2tahun” terus gw kejar,, sempat 1 x kena kepala, but g setelak 2 tahun lalu,,
4-4 gw tertahan, ada dua peringatan yang membuat poin gw hilang 1,, total 9-7 masih unggul gw..
Ronde tiga,gw nemuin peak permainan gw, speed dan counter terbaik gw,, dan i had this round absolutely mine,, 5-3 buat gw.. yessss..
I won this match by 14-10 (klo ga lupa).. score didn’t matter.. yang terpenting.. penyesalan dan penantian gw dua tahun terbayarkan.. dan pada tahun ini gw dapet emas lagi plus penghargaan atlet terbaik putra,,
sekali lagi, penantian dan penyesalan gw terbayar,, 2 tahun gw tunggu, 2 tahun gw pelajarin,, akhirnya gw kalahin dia,, Abdul Syarief,, Juara Dunia Karate, plus pemegang sabuk hitam Taekwondo juga,,
But,, sport is still the sport,, we are both athletes,, di luar arena jabat tangan dan senyuman tetep jadi penggugur persaingan di dalam arena,, yah meski ada saja segelintir pendukung masing2 yang masih sentimen,, but pengalaman dan jiwa kami sebagai atlet tak bisa membendung kata2 yang terlontar seusai laga selesai .. “sip, manteb banget td,, kapan-kapan latihan & sparring bareng yuk.. ok??!”

Seperti postingan gw sebelumnya, beladiri (dan olah raga) memiliki filosofi yang harus kita pelajari,, tidak hanya urusan kalah dan menang tp juga emosi dan jiwa besar kita dilatih di uji,, 🙂

..*in the night when i sat alone in front of my notebook..

Belajar Beladiri Yuk.. Dapat Apa dari beladiri?

Belajar beladiri yuk..

Buat kebanyakan orang mungkin beladiri adalah olahraga keras dan brutal. Karena image beladiri adalah berkelahi. Padahal jauh dari itu, beladiri memiliki banyakfilosofi kehidupan yang bila diterapkan dapat membentuk karakter seseorang dalam menghadapi dan mengontrol setiap masalah. Ya, berlatih beladiri bukan cuma perkara bisa memukul, menangkis dan menendang saja.

Seni beladiri yang ada di Indonesia misalnya Pencak Silat, Karate, Taekwondo, Wushu, Aikido, dan lain sebagainya memiliki falsafah-falsafah kehidupan berkaitan dengan kedisiplinan, kesehatan, pengendalian diri, kecerdasan, bahkan kecantikan.

Beladiri membentuk kedisiplinan dan self perseverance

Segala sesuatu yang ditekuni dengan penuh disiplin akan membuahkan hasil yang optimal, begitu juga dengan beladiri. Agar dapat menguasai seni jurus-jurus beladiri, kita harus berlatih, berlatih dan berlatih dengan keras dan disiplin. Ketika seorang atlet beladiri ingin juara pada suatu kejuaraan, maka dia harus mempunyai program latihan yang haus dijalani dengan penuh displin, sehingga hasilnya juga akan sesuai harapan.

Jika nilai ini juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka semua yang kita lakukan sehari-hari juga akan membuahkan hasil yang terbaik.

Modesty (kesederhanaan) dan Esteem (saling menghargai)

Pada setiap ajaran beladiri, ada falsafah kesederhanaan, dimana setiap orang tidak boleh sombong, karena di atas langit masih ada langit,, kalau seseorang sudah jago, maka pasti ada yang lebih baik-lagi. Yang muda menghormati yang tua, yang tua menghargai yang muda, murid menghormati guru, guru menghargai murid, junior menghormati senior, dan senior menghargai junior.

Gak akan ada permusuhan kalau nilai ini juga bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Self Control

Beladiri bukan ditujukan bagi orang yang ingin pamer atau cari musuh, bahkan sebaliknya. Di dalam beladiri, seseorang dididik untuk dapat menjaga emosinya. Dalam setiap ajarannya, setiap jurus dan teknik punya kegunaan masing-masing. Idealnya seorang yang memiliki ilmu beladiri justru memiliki sifat lebih kalem dan merendah, ini dikarenakan dalam ajaran beladiri ditanamkan kejujuran dan tanggung jawab. Sehingga seorang beladiri tahu betul kapan ia harus mengeluarkan tekniknya, dan tidak di umbar.

Integrity

Integrity disini dimaksudkan seorang beladiri memiliki mental kuat dan jujur. Istilahnya, katakan hitam adalah hitam, putih adalah putih. Konsisten, konsekuen, loyal, tidak tinggi hati, tapi juga tidak sok merendah, tidak malu mengakui kesalahan, dan intinya berjiwa satria dan bersih dimanapun dan kapanpun berada.

Ya gitu lah sejumput nilai-nilai yang bisa kita dapat dari beladiri, selain kesehatan dan kesegaran. Apapun itu, jika dilakukan sesuai dengan disiplin ilmunya dan dilakukan dengan sungguh-sungguh maka akan mndatang kan banyak kebaikan.

Mungkin jika ada rekan-rekan yang lebih ahli bisa menambahkan…